Sabtu, 19 Oktober 2013
Jumat, 18 Oktober 2013
EKONOMI TEKNIK
A. Definisi dan ruang lingkup ekonomi teknik
Definisi Ekonomi Teknik : Disiplin ilmu yang berkaitan
dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik yang terdiri dari evaluasi sistematis
dari iaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik.
Ekonomi Teknik (Engineering Economics) mencakup
prinsip-prinsip dan berbagai teknis matematis untuk pengambilan keputusan
ekonomis. Dengan teknik-teknik ini, suatu pendekatan yang rasional untuk
mengevaluasi aspek-aspek ekonomis dari alternatif-alternatif yang berbeda dapat
dikembangkan. Secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan terbesar ekonomi
teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau
investasi paling sedikit memberikan kerugian (Least Costly) atau yang
memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable).
Studi ekonomi teknik membantu dalam mengambil keputusan
optimal untuk menjamin penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi
teknik harus diadakan sebelum setiap uang akan diinvestasikan/dibelanjakan atau
sebelum komitmen-komitemen diadakan. Studi ekonomi teknik dimulai dari sekarang
(now). Kesimpulan-kesimpulannya bergantung pada prediksi kejadian-kejadian
(event) yang akan datang.
Studi-studi ekonomi teknik membutuhkan waktu untuk
perhitungan-perhitungan yang cermat. Meskipun studi-studi sistematis ini bukan
suatu instrumen kecermatan/keseksamaan (precission), melibatkan banyak faktor,
perlu berdasarkan estimasi biaya-biaya dan pendapatan-pendapatan yang akan
menjadi sasaran kesalahan (error), kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang
benar dalam membandingkan alternatif-alternatif peralatan akan jauh lebih besar
dengan estimasi-estimasi rinci daripada keputusan-keputusan yang akan diambil
atas dasar pengalaman atau intuisi seseorang. Bisnis yang sehat akan
mendasarkan pada keputusan-keputusan yang sudah diperhitungkan dengan cermat.
Oleh sebab itu, untuk keputusan-keputusan manajemen, faktor pengalaman dan
pertimbangan saja ada.
Tugas-tugas Ekonomi Teknik : Menyeimbangkan berbagai tukar
rugi diantara tips-tips biaya dan kinerjanya.
B. Prinsip prisip ekonomii teknik
1. Membuat alternatif (keputusan) : Pemilihan keputusan
diantara alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan kemudian didefinisikan
untuk analisis-analisis selanjutnya.
2. Fokuskan pada perbedaan-perbedaan : Jika semua alternatif
yang layak tepat sama, maka tidak ada dasar atau perlunya perbandingan.
3. Gunakan sudut pandng yang konsisten : Hasil-hasil yang
prospektif dari alternatif-alternatif harus dikembangkan secara konsisten dari
sudut pandang yang telah didefinisikan.
4. Gunakan satu ukuran umum : Dengan menggunakan satu
pengukuran yang umum untuk menghitung sebanyak mungkin hasil-hasil prospektif
akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif yang di dapat.
5. Pertimbangkan kriteria yang relevan : Pemilihan
alternatif yang disukai memerlukan penggunaan satu atau beberapa kriteria.
Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyatakan dalam satuan
monetr yang dinyatakan dalam satuan pengukuran lain.
6. Membuat tugas suatu ketidakpastian : Ketidakpastian
terkadang langsung memproyeksikan atau memperkirakan hasil-hasil alternatif di
masa datang dan harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya.
7. Tinjau kembali keputusan-keputusan anda : Perbaiki hasil
keputusan terhadap hasil dari suatu proses penyesuaian diri terhadap yang dapat
dipraktekkan secara luas, hasil yang diperkirakan semula dari alternatif
terpilih secara berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKOTEK
Menurut Newman (1988), proses pengambilan keputusan
yang rasional biasanya terdiri dari 8 langkah, yaitu:
Pengenalan / identifikasi masalah
· Pendenifikasi
tujuan
· Pengunpulan
data yang di perlukan
· Identifikasi
altenatif yang mungkin / layak
· Pemilihan
kreteria untuk menentukan alternative terbaik
· Penentuan
hubungan antara tujuan, alternative, data & criteria è membuat model.
· Memprediksi
hasil dari setiap alternative
· Memilih
alternative terbaik untuk mencapai tujuan
1. Pengenalan / Identifikasi masalah
Langkah pertama dalam pengabilan keputusan adalah mengenali
masalah yang ada. Suatu masalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan
yang di tetapkan dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Adanya perbedaan ini
tidak menjamin bahwa seseorabg akan langsung membuat keputusan untuk
menyelesaikan masalah. Pertama, yang harus kita lakukan yaitu mengetahui adanya
perbedaan. Kita harus mengetahui adanya masalah sebelum mulai mencari pemecahan
masalah. Kedua, menyadari adanya perbedaan antara keinginana yana di tetapkan
dan kenyataan yang sesungguhnya tidaklah cukup untuk memulai pengambilan
keputusan. Kita harus termotivsi untunk mengurangi perbedaan tersebut. Ketiga,
selain hal-hal tersebut kita juga harus memiliki peengetahuan, keterampilan,
kemampuan, dan sumbe-sumber daya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2. Pendenifisi tujuan
Setelah langkah pertama kita temukan, dilanjutkan dengan
melakukan pendenifisi tujuan dari keputusan yang akan kita ambil nanti. Ada
beberapa tujuan diantaranya :
Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk
menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak.
Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian
fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena yang lain
Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan
(keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu
hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y).
Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat
diantara dua fenomena atau lebih.
Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas
dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu.
Setelah kita mengetahui jenis tujuan apa yang kita anbil
nanti berupa sebuah keputusan, mulailah menbuat beberapa keputusan dan
menyeleksi keputusan yang mana yang sesuai dari tujuan di atas.
3. Mengumpulkan data yang di perlukan
Setelah langkah ke 2 dilakukan selanjutnya adalah mulai
mengumpukan data yang di perlukan agar bisa memperoleh alternative keputusan
yang di nginkan.
4. Identifikasi alternative yang
mungkin / layak
Mulai mengumpulkan semua alternative yang mungkin bisa di
ambil keputusan sebanyak mungkin.
5. Pemilihan kreteria untuk
menentukan alternative terbaik dan Penentuan hubungan antara tujuan,
alternative, data & criteria è membuat model
Dari sekian identifikasi alternative yang mungkin dan layak,
rumuskan alternative yang paling berhubungan antara tujuan data dan criteria
yang di inginkan. Itulah yang akan mejadi alternative dari permasalahan yang
akan menjadi sebuah keputusan.
6. Memprediksi hasil dari setiap
alternative dan Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan
Setelah memilih alternative yang. paling mendekati dari
tujuan hal yang selanjutnya di lakukan adalah mulai memprediksi dari setiap
altenatif yang di pilih. Apakah nanti akan sesuai dengan tujuan yang di
inginkan. Dalam prose ini sangat di perlukan perhitungan yang akurat dari
segala sisi agar tidak menimbulkan kesalahan di kemudian harinya.
Dari hasil prediksi inilah yang akan menunjukan manakah
alternative yang baik untuk di buat sebagai keputusan dari masalah yang ada.
TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan yang rasional merupakan proses yang
komplek. Delapan step rational decision making proses:
1. Mengenal Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik
Analisis,pengambilan keputusan.
Pengambilan Keputusan dengan Analisa Teknikal
Secara garis besar, jika sebuah saham tengah mengalami trend
bearish, maka pergerakan harga yang terjadi akan lebih sering menyentuh batasan
support, Sebaliknya, jika sebuah saham tengah mengalami trend naik, maka
pergerakan harganya akan lebih sering meneyentuh batas resisten-nya. Dan teknik
pengambilan keputusan pun bermacam-macam, bisa menggunakan pola-pola teknikal
klasik ataupun teknikal modern yang menggunakan indicator-indikator tertentu
yang menghasilkan sinyal-sinyal beli maupun jual, dan masing-masing investor
berbeda-beda asumsi dalam membuat pola-pola teknikal klasik serta penggunaan
indicator-indikator yang diterapkan masing-masing investor berbeda-beda.
Terkadang pergerakan harga saham bias saja “liar” dan tidak dpt diprediksi. Hal
ini bisa saja tercipta akibat euphoria pasar yang bias dipicu oleh banyak hal.
Tidak menutup kemungkinan, sebuah metode analisa memang tidak cocok untuk
diterapkan pada suatu saham. Jika telah melakukan berbagai macam variasi
periode yang memungkinkan, namun masih belum puas akan false signal yang
tersisa, mungkin saja metode analisa yang digunakan tidak cocok untuk
diterapkan pada saham tersebut.
Pengambilan Keputusan dengan Analisis Fundamental
Berikut beberapa alternatif pengambilan keputusan setelah
melakukan analisis fundamental :
1. Jika pasar saham lebih kecil dari nilainya, maka saham
tersebut harus dibeli dan ditahan sementara (buy and hold) dengan tujuan untuk
memperoleh capital gain jika kemudian harganya kembali naik.
2. Jika pasar saham sama dengan nilainya, maka saham
tersebut dalam kondisi keseimbangan, sehingga jangan melakukan transaksi dalam
kondisi ini, karena tidak ada keuntungan yang diperoleh dari transaksi.
3. Jika harga pasar saham lebih besar dari nilainya, maka
saham tersebut harus dijual untuk menghindari kerugian. Karena tentu harganya
kemudian dapat dipastikan akan mengalami penurunan untuk menyesuaikan dengan
nilainya.
Analisis pribadi
Jadi apa yg di
maksud ekonomi teknik ini adalah untuk pengambilan keputusan terbaik, untuk
memprediksi hasil semua alternatif dan mengenali permasalahan yang ada.
Hubungan ekonomi
teknik dengan elektro.
Ekonomi teknik dalam bidang eloktro sangat di butuhkan
sekali, untuk memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang akan di dapat
apabila kita bekerja dalam bidang usaha atau jasa.
Contoh disiplin dalam bidang teknik
sebagai dasar
untuk memberikan kontribusi baik dalam Industri jasa maupun
Industri manufaktur. Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas.
http://gambitxp.blogspot.com/
http://coki002.wordpress.com/analisis-pengambilan-keputusan/
http://coki002.wordpress.com/analisis-pengambilan-keputusan/
Senin, 01 Juli 2013
17-8-45 | 666
17 agustus 1945 di tanggal bulan dan tahun ini indonesia di
merdekakan.
Dari semua yang ada, dari semua yang nyata kemudian timbullah tanda tanya (?). Yang berartikan pertanyaan, kenapa? Mengapa? Bagaimana? Apa? Siapa? dst.
Dari satu pertanyaan dapat menimbulkan pertanyaan lain, dari satu pertanyaan tidak hanya ada satu jawaban saja. Pertanyaan bisa saja menjadi jawaban dan jawaban bisa saja menjadi pertanyaan.
pertanyaannya kenapa harus di di tanggal bulan tahun itu indonesia di merdekakan?
kenapa sultan Hamid II menjadikan lambang garuda sebagai rancangan pembuatan lambang negara?
mengapa pancasila sempat di rubah ?
dari suatu peristiwa penting pasti ada hal penting juga di dalamnya.
Dari semua yang ada, dari semua yang nyata kemudian timbullah tanda tanya (?). Yang berartikan pertanyaan, kenapa? Mengapa? Bagaimana? Apa? Siapa? dst.
Dari satu pertanyaan dapat menimbulkan pertanyaan lain, dari satu pertanyaan tidak hanya ada satu jawaban saja. Pertanyaan bisa saja menjadi jawaban dan jawaban bisa saja menjadi pertanyaan.
pertanyaannya kenapa harus di di tanggal bulan tahun itu indonesia di merdekakan?
kenapa sultan Hamid II menjadikan lambang garuda sebagai rancangan pembuatan lambang negara?
mengapa pancasila sempat di rubah ?
dari suatu peristiwa penting pasti ada hal penting juga di dalamnya.
17 – 08 – 45
Dalam perhitungan matematis 17 - 8 = 9
9 – 45 = -36
= 36
Menghasilkan angka ( 36 )
36
Jika di urutkan 1 sampai 36
36
Jika di urutkan 1 sampai 36
1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13 + 14 +
15 + 16 + 17 + 18 + 19 +20 + 21 + 22 + 23 + 24 + 25 + 26 + 27 + 28 + 29 + 30 +
31 + 32 + 33 + 34 + 35 + 36 = 666
menghasilkan angka 666.
Apakah maksud dari tiga angka enam ini, Di balik sejarah ada
sejarah lagi. Mari coba kita telusururi
Sejarah munculnya angka 666
Dari mana angka 666 itu berasal? Banyak yang sudah
membacanya di Kitab Wahyu atau bahkan mendengarnya dari berbagai sumber, tapi
hanya sedikit yang tahu darimana asalnya atau kenapa kitab Wahyu
membicarakan angka ini dengan makna yang sangat negatif. 666 dalam angka
Rumawi = DCLXVI atau dalam arti kata lain dalam angka 666 tsb telah dapat
merepresentasikan seluruh angka yang terdapat dalam angka Rumawi (D = 500, C =
100, L = 50, X = 10, V = 5, I = 1). Angka 666 dalam bhs Latin bisa diartikan
sebagai DIC LVX = "dicit lux" - suara cahaya. Maklum setan dalam bhs
Latin sering diberi nama sebagai Lucifer (Lux Ferre) atau
sipembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.
Semua yang buruk dan jahat konon mempunyai kaitannya dengan angka 666 seperti roulet, apabila semua angka di meja roulet dijumlahkan akan menjadi 666. Berzinah itu dosa berat maka dari itu angka 666 dalam bhs Yunani mempresentasikan XES (sex terbalik) atau Χ Ξ Σ (Chi Xi Sigma) sebab dalam bhs Yunani maupun Ibrani abjad mereka itu juga identis dengan angka. Begitu juga dengan nama dari Kaiser Nero dalam bhs Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Hal inilah yang menyebabkan angka 666 selalu diidentikkan dengan Satanisme atau hal-hal yang berbau pemujaan setan.
sipembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.
Semua yang buruk dan jahat konon mempunyai kaitannya dengan angka 666 seperti roulet, apabila semua angka di meja roulet dijumlahkan akan menjadi 666. Berzinah itu dosa berat maka dari itu angka 666 dalam bhs Yunani mempresentasikan XES (sex terbalik) atau Χ Ξ Σ (Chi Xi Sigma) sebab dalam bhs Yunani maupun Ibrani abjad mereka itu juga identis dengan angka. Begitu juga dengan nama dari Kaiser Nero dalam bhs Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Hal inilah yang menyebabkan angka 666 selalu diidentikkan dengan Satanisme atau hal-hal yang berbau pemujaan setan.
Berikut adalah ringkasan sejarah dari angka 666 : Angka
666 berasal dari praktik ibadah di kota Babilon (Babel/Babil) pada zaman Nabi
Daniel yang menulis kitab Daniel di Perjanjian Lama. Bangsa Babel menyembah
dewa-dewi yang dihubung-hubungkan dengan matahari, bulan, danplanet-planet yang
terlihat dalam tatasurya kita, dan bintang-bintang di dalam
praktikastrologi (horoskop / ramalan bintang). Bangsa Babel adalah pencipta
astrologi yang kita kenal sekarang ini (12 zodiak).Dalam sistem ibadah mereka,
mereka memiliki 37 dewa-dewi utama,
12 dari 36 Dewa-dewi
dalam mitologi Yunani kuno diantaranya ialah:
Zeus
Dalam mitologi, Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.
Hera
Dikenal sebagai istri dan saudara perempuan dari Zeus. Hera adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.
Ares
Ares merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Ia memiliki 2 pengawal, yaitu Phobos dan Deimos. Nama Mars menjadi salah satu planet yang dekat bumi dan memiliki 2 bulan, yang dinamai sesuai nama pengawalnya, Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.
Hephaestus
Dikenal dengan nama Vulkan dalam mitologi Romawi. Ia adalah putra pertama dewa Zeus dengan dewi Hera. Ia adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi dan pengrajin senjata. Hefestus disembah di semua pusat industri dan manufaktur di Yunani terutama di Kota Athena. Walaupun bengkelnya terletak di pulau Lemnos, Hefestus dikaitkan dengan Gunung Etna oleh orang Sisilia.
Dionysus
satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk. Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.
Demeter
Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia. Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur diatas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan di bekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.
Poseidon
Dikenal sebagai dewa penguasa laut. Poseidon memiliki senjata berupa triden yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh Hippopocamus (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amphitrite dan memiliki anak bernama Triton. Poseidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.
Hermes
salah satu dewa dalam mitologi Yunani yang dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Hermes adalah anak Zeus dan Maia. Ciri fisiknya adalah tubuh yang mungil yang selalu mengenakan topi bersayap dan juga sandal bersayap. Ia sangat cepat dalam berkata-kata dan juga berlari. Hermes menjabat sebagai pembawa pesan Zeus dan pemandu bagi roh yang menuju neraka. Hermes memiliki tongkat yang disebut Caduceus. Ia merupakan dewa penolong bagi Odiseus ketika terjebak pada sebuah pulau. Dari hubungannya dengan Aphrodite, Hermes memiliki anak bernama Hermaphrodite.
Athena
Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang, ia membanggakan kepandaiannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani. Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.
Artemis
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini trampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya. Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.
Apollo
Dia adalah Dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari dan penyair dalam Mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Orakelnya di Delphi sangat terkenal. Banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan mereka. Ia mempunyai busur yang terbuat dari emas. Pohon Laurel, burung gagak dan hewan lumba-lumba dikeramatkan untuknya.
Aphrodite
Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Legenda pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione. Tetapi legenda ini kurang populer. Legenda kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus
Dalam mitologi, Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.
Hera
Dikenal sebagai istri dan saudara perempuan dari Zeus. Hera adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.
Ares
Ares merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Ia memiliki 2 pengawal, yaitu Phobos dan Deimos. Nama Mars menjadi salah satu planet yang dekat bumi dan memiliki 2 bulan, yang dinamai sesuai nama pengawalnya, Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.
Hephaestus
Dikenal dengan nama Vulkan dalam mitologi Romawi. Ia adalah putra pertama dewa Zeus dengan dewi Hera. Ia adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi dan pengrajin senjata. Hefestus disembah di semua pusat industri dan manufaktur di Yunani terutama di Kota Athena. Walaupun bengkelnya terletak di pulau Lemnos, Hefestus dikaitkan dengan Gunung Etna oleh orang Sisilia.
Dionysus
satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk. Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.
Demeter
Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia. Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur diatas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan di bekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.
Poseidon
Dikenal sebagai dewa penguasa laut. Poseidon memiliki senjata berupa triden yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh Hippopocamus (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amphitrite dan memiliki anak bernama Triton. Poseidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.
Hermes
salah satu dewa dalam mitologi Yunani yang dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Hermes adalah anak Zeus dan Maia. Ciri fisiknya adalah tubuh yang mungil yang selalu mengenakan topi bersayap dan juga sandal bersayap. Ia sangat cepat dalam berkata-kata dan juga berlari. Hermes menjabat sebagai pembawa pesan Zeus dan pemandu bagi roh yang menuju neraka. Hermes memiliki tongkat yang disebut Caduceus. Ia merupakan dewa penolong bagi Odiseus ketika terjebak pada sebuah pulau. Dari hubungannya dengan Aphrodite, Hermes memiliki anak bernama Hermaphrodite.
Athena
Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang, ia membanggakan kepandaiannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani. Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.
Artemis
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini trampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya. Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.
Apollo
Dia adalah Dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari dan penyair dalam Mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Orakelnya di Delphi sangat terkenal. Banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan mereka. Ia mempunyai busur yang terbuat dari emas. Pohon Laurel, burung gagak dan hewan lumba-lumba dikeramatkan untuknya.
Aphrodite
Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Legenda pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione. Tetapi legenda ini kurang populer. Legenda kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus
dan salahsatunya, yaitu Dewa Matahari, adalah yang terutama
di antara semuanya (lucifer). Orang-orang Babel percaya angka-angka
mengandung kekuatan atas dewa-dewiyang mereka sembah. Tapi tentu saja,
mereka harus menciptakan angka-angkayang dapat mereka pakai untuk
mengidentifikasi dewa-dewi itu supaya merekadapat menguasai dewa-dewi itu.Untuk
melakukan ini, mereka menghitung dewa-dewi mereka dan mengkaitkansebuah angka
pada masing-masing ke-36 dewa-dewi yang lebih rendah derajatnya dari Dewa
Matahari, lalu menjumlahkan semua angka-angka ini (dari 1 hingga 36)dan
memberikan angka hasil penjumlahan itu kepada Dewa Matahari (dewa
yangke-37).Dewa pertama yang mereka identifikasi diberi nomor 1, dewa kedua
diberi nomor 2,seterusnya sampai 36. Nah, jika Anda belum dapat
menebaknya, berikut kamiberitahu: jumlah semua angka dari 1 hingga 36 adalah
666, dan angka 666 itumereka gunakan untuk mengidentifikasi Dewa Matahari,
dewa ke-37. Merekamenghitungnya seperti ini:1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8
+ 9 + 10 + 11 + 12 + 13 + 14 + 15 + 16 + 17 + 18 + 19 +20 + 21 + 22 + 23 + 24 +
25 + 26 + 27 + 28 + 29 + 30 + 31 + 32 + 33 + 34 + 35 + 36= 666Tapi mereka
melangkah lebih jauh lagi. Mereka takut terhadap dewa-dewi itu
dantakut salah satunya akan mengutuk mereka, jadi mereka buat amulet (jimat)
berupamatriks dengan 6x6 kotak bertuliskan angka 1 hingga 36. Zaman sekarang
kitasebut kotak seperti itu magic square.Tujuan pembuatan jimat itu
adalah untuk memiliki kekuatan gaib (sihir), dan lambat-laun mereka
percaya bahwa memakai salah satu nomor dewa akan melindungimereka dari kutukan
dewa itu.Jimat itu harus memiliki kekuatan gaib sebesar mungkin, jadi untuk
meningkatkankekuatan gaibnya, orang-orang Babel menyusun angka-angka itu
sedemikian rupa agar jumlah angka dalam kolom manapun, dalam baris manapun, dan
dalamdiagonal manapun adalah 111. Orang-orang Babel kuno menuliskan/mengukir
angka-angka itu pada sebuah kepingtanah liat kecil, dan setelah
mengeringkan dan membakarnya agar tulisan itupermanen, mereka akan memasangnya
di rumah atau membentuknya menjadikalung dan memakainya. Selama mereka membawa
jimat itu, mereka percayabahwa jimat itu memberikan perlindungan pada
mereka.Pembuatan jimat dengan susunan angka ini sebagai bagian dari astrologi
ternyataterus dilakukan hingga zaman Yesus hidup di dunia ini, bahkan sampai
waktusesudah Yesus naik ke sorga. Jadi, angka 666 muncul di dunia ini karena
praktik ibadah penyembahan dewa danastrologi bangsa Babel kuno & bangsa
Roma juga mempraktikkan ramalan dengancara ini. Para ahli arkeologi
pun telah menemukan jimat-jimat tsb dengan angka-angka Latin.
Ref:
http://id.scribd.com/doc/47116709/Sejarah-munculnya-angka-666
http://ichsany.wordpress.com
Unfolding the Revelation karya Roy Allan Anderson, oleh Pacific PressPublishing Association di Nampa, Idaho
http://id.scribd.com/doc/47116709/Sejarah-munculnya-angka-666
http://ichsany.wordpress.com
Unfolding the Revelation karya Roy Allan Anderson, oleh Pacific PressPublishing Association di Nampa, Idaho
Minggu, 30 Juni 2013
GARUDA DAN ISIS
Burung garuda merupakan lambang dari negara kesatuan
republik indonesia, lambang yang merangkum lima sila (pancasila), dan juga di
jadikan sebagai pandangan hidup bagi negara republik indonesia, di rancang oleh
Sultan Hamid II yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra
sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak
tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah
diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda
yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di
Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS
Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan
meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10
Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan
mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi
Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan
ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan
Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan
Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam
perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia
dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in
Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat
tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama
yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949,
beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio,
Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando”
kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA.
Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950,
sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan
TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat
yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu
Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak
buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat
dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama
jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang
dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan
Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses
perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat
Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang
negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga
tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden
Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh
Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar
Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan
lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam
Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila
masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya
kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian
dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama
kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada
15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan.
Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul”
dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke
belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden
Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah
diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan
pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk
final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara
resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan
penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala
ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya
diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan
terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan
pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun
1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto
gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari
1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat
pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan
Pontianak di Batulayang.
GARUDA
Garuda Pancasila
terdiri atas tiga komponen utama, yaitu Burung Garuda, Perisai dan Pita Putih.
Menurut Mitologi
Hindu, Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari India. Burung
tersebut berkembang sejak abad ke-6 di Indonesia. Burung Garuda itu sendiri
melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada Burung Garuda itu melambangkan
kemegahan atau kejayaan.
Jumlah bulu pada sayap
Garuda sebanyak 17, bulu diekor berjumlah 8, bulu di pangkal ekor berjumlah 19
dan bulu di leher berjumlah 45. Bulu-bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, yaitu menggambarkan waktu
kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.
Di perisai yang
terdapat pada Burung Garuda, mengandung lima buah simbol yang masing-masing
melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila. Perisai yang dikalungkan
tersebut melambangkan pertahanan Indonesia. Pada bagian tengah dari perisai
tersebut terdapat simbol bintang yang memiliki lima sudut. Bintang tersebut
melambangkan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Lambang
bintang tersebut dianggap sebagai sebuah cahaya, seperti cahaya kerohanian yang
dipancarkan oleh Tuhan kepada setiap manusia.
Dibagian bintang,
terdapat latar berwarna hitam. Latar tersebut melambangkan warna alam yang asli
yang memiliki Tuhan, bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari
segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.
Pada bagian kanan
bawah, terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, yaitu
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai
yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk
lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang
lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun
melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu
sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.
Pada bagian kanan
atas, terdapat gambaran pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, yaitu
Persatuan Indonesia. Kenapa pohon beringin yang digunakan? Karena pohon
beringin merupakan pohon besar yang bisa digunakan oleh banyak orang sebagai
tempat berteduh dibawahnya. Hal tersebut dikorelasikan sebagai Negara
Indonesia, dimana semua rakyat Indonesia dapat “berteduh” di bawah naungan
Negara Indonesia. Tak hanya itu saja, pohon beringin memiliki sulur dan akar
yang menjalar ke segala arah. Hal ini dikorelasikan dengan keragaman suku
bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.
Pada bagian kiri atas,
terdapat kepala banteng. Kepala banteng tersebut melambangkan sila keempat
Pancasila, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan. Disini, kepala banteng memiliki filosofi sebagai
hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, dimana orang-orang
berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.
Di bagian kiri bawah,
terdapat lambang padi dan kapas. Lambang tersebut melambangkan sila ke lima
Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Lambang
tersebut dianggap dapat mewakili sila kelima, karena padi dan kapas merupakan
kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang, sebagai syarat utama
untuk mencapai kemakmuran. Hal itu sesuai dengan tujuan utama dari sila kelima
ini.
Di lambang perisai
sendiri, terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai.
Garis hitam tebal tersebut melambangkan garis khatulistiwa yang melintang
melewati wilayah Indonesia. Sedangkan warna merah dan putih yang menjadi latar
pada perisai tersebut merupakan warna bendera negara Indonesia. Merah, memiliki
makna keberanian dan putih melambangkan kesucian.
Pada bagian bawah
Garuda Pancasila, terlihat pita putih yang dicengkram, pita tersebut
bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Tulisan tersebut ditulis dengan menggunakan
huruf latin dan merupakan semboyan negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika,
dalam bahasa Jawa Kuno memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua.”
Kata Bhinneka Tunggal
Ika sendiri dikutip dari buku Sutasoma yang dikarang oleh seorang pujangga di
abad ke-14 dari Kerajaan Majapahit, Mpu Tantular. Kata tersebut memiliki arti
sebagai persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas
berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.
Garuda sebagai lambang negara indonesia ternyata memiliki dasar filosofis tersendiri
yang oleh beberapa kalangan disebut berasal dari mitologi kuno. Pemilihan simbol “burung Garuda”
sendiri sebagai lambang negara adalah sebuah kontroversi karena hanya
ditentukan oleh segelintir orang saja tanpa memperhatikan aspirasi mayoritas
rakyat Indonesia. “Burung Garuda” memang ada dalam mitologi Hindu yang pernah
menjadi agama mayoritas Indonesia di masa lalu, Garuda dalam mitos digambarkan sebagai
makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh manusia (tangan dan
kaki). Namun pada masa kemerdekaan, Hindu
tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan.” “Agama Islam sendiri sebagai
agama mayoritas rakyat Indonesia setelah era Hindu juga tidak mengenal simbol
“burung Garuda”. “Burung Garuda” juga tidak pernah benar-benar ada karena hanya
sebuah mitos. Karena bukan simbol asli bangsa Indonesia maka tidak ada lain simbol
“burung Garuda” mengadopsi simbol-simbol kebudayaan asing yang memang
memuja-muja simbol “burung mirip Garuda”, yang gerakan Fremasonry-nya sangat
berpengaruh sampai saat ini.”
Orang-orang yang merancang simbol “burung Garuda” sebagai simbol negara adalah Sultan Hamid II, Ki Hajar Dewantoro dan Muhammad Yamin. Ketiganya adalah pengikut gerakan Vrijmeselarij dan Theosofi. Sedangkan Presiden Soekarno yang menetapkan simbol “burung Garuda” sebagai lambang negara juga berada dalam pengaruh Fremasonry melalui ayahnya yang merupakan anggota Perhimpunan Theosofi Surabaya.
Untuk menguak korelasi simbologi antara Simbol-Simbol Negara RI dengan Yahudi dan Zionisme silakan banyak membaca buku-buku karangan Herry Nurdi (Jejak Freemason & Zionis Di Indonesia, Penerbit Cakrawala); Ridwan Saidi (Fakta dan Data Yahudi di Indonesia), dan Muh Thalib & Irfan S Awwas (Doktrin Zionisme dan Ideologi Pancasila, Penerbit Wihdah Press).
ISIS
Isis atau Aset (bahasa Yunani Kuno: Ἶσις)
adalah dewi pada kepercayaan Mesir Kuno.
Ia dipuja sebagai ibu dan istri yang ideal, dan juga sebagai ibu dari alam dan
sihir. Isis merupakan sahabat bagi budak, pendosa, tukang, dan orang yang
tertekan. Ia juga mendengarkan doa-doa orang kaya, aristokrat, dan penguasa.[1] Isis merupakan dewi keibuan, sihir,
dan kesuburan. Dewi Isis
(ibu dari Horus) adalah putri
pertama Geb, dewa Bumi, dan Nut,
dewi langit.
.jpg)
PANCASILA DAN GARUDA
Dasar negara adalah landasan
kehidupan berbangsa dan bernegara yang keberadaannya wajib dimiliki oleh setiap
negara dalam setiap detail kehidupannya. Dasar negara bagi suatu negara
merupakan suatu dasar untuk mengatur semua penyelenggaraan yang terbentuk dalam
sebuah negara. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki
pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnya negara
tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan
munculnya kekacauan. Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup
norma bernegara, cita-cita negara, dan tujuan negara.
Pancasila
sebagai pandangan hidup.
Pancasila
Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Sebagaimana yang ditujukan dalam
ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat
Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Setiap
bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan
yang ingin dicapainya sangat memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjung
sebagai pandangan/filsafat hidup. Dalam pergaulan hidup terkandung konsep dasar
mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran
yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap
baik. Dengan demikian, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga
harus berdasarkan pada Bhineka Tunggal Ika yang merupakan asas pemersatu bangsa
sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman.
Hakekat
Bhineka Tunggal Ika sebagai perumusan dalam salah satu penjabaran arti dan
makna Pancasila menurut Notonegoro adalah bahwa perbedaan itu adalah kodrat
bawaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa , namun perbedaan itu bukan
untuk dipertentangkan dan diperuncingkan melainkan perbedaan itu untuk
dipersatukan, disintesakan dalam suatu sintesa yang positif dalam suatu negara
kebersamaan, Negara Persatuan Indonesia.
Mengapa
Pancasila Dianggap Sakti??
"Pancasila
pada hakekatnya adalah sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar Negara. Mengapa
pancasila dianggap sakti hingga harus dilestarikan???"
PANCASILA
SAKTI
1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September 1965. Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Hari itu, enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun konon berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.
Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Jadi, penulis menyimpulkan bahwa kemunculan peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara Indonesia. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, atau justru Pancasila kemudian dibikin sakral dan dianggap sakti.
Pancasila secara de yure dan de facto memang merupakan dasar negara Republik Indonesia resmi. Beberapa dokumen penetapannya ialah :
• Rumusan Pertama : Piagam Jakarta - tanggal 22 Juni 1945
• Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
• Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
• Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
• Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
1. untuk menghindari pembunuhan (nilai kemanusiaan) guna mencapai samadi.
2. untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan (nilai keadilan) guna mencapai samadi.
3. untuk tidak melakukan perbuatan asusila (berzinah, menggauli suami/istri orang lain, nilai keluarga) guna mencapai samadi.
4. untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar / berbohong, berdusta, fitnah, omong-kosong (nilai kejujuran) guna mencapai samadi.
5. untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan (nilai pembebasan) guna mencapai samadi.
Lantas, kenapa Pancasila dianggap SAKTI? Apakah Pancasila merupakan sebuah benda atau wujud atau sesuatu yang dianggap sebagai objek selayaknya Keris yang dilabeli kata SAKTI menjadi KERIS SAKTI?. Dimanakah letak sebenarnya Kesaktian Pancasila itu sementara Pancasila sendiri setuju atau tidak setuju tidak lagi ditaati sebagai sebuah jiwa yang menyatu pada diri bangsa Indonesia. Dimanakah letak Kesaktia Pancasila itu sementara Pancasila sendiri memiliki arti dan makna yang berbeda di setiap rezim yang memimpin negara ini? Lantas, apakah ada perbedaan kesaktian antara Kesaktian Pancasila dengan istilah KERIS SAKTI, KERA SAKTI, PUSAKA SAKTI, BIMA SAKTI, atau SAKTI MANDRAGUNA misalnya? Sekedar info, ternyata terminology kata SAKTI Sakti (kekuatan, kekuasaan atau energi) adalah sebuah konsep ajaran agama Hindu atau perwujudan dari aspek kewanitaan Tuhan (Baca: Dewata).
Sementara itu, lambang burung Garuda yang sering menjadi satu kesatuan frase dengan kata Pancasila menjadi GARUDA PANCASILA ternyata memiliki dasar filosofis tersendiri yang oleh beberapa kalangan disebut berasal dari akar Yahudi.
“Simbol negara “burung Garuda” juga dapat ditelusuri asal-usulnya sebagai simbol Yahudi. Pemilihan simbol “burung Garuda” sendiri sebagai lambang negara adalah sebuah kontroversi karena hanya ditentukan oleh segelintir orang saja tanpa memperhatikan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia. “Burung Garuda” memang ada dalam mitologi Hindu yang pernah menjadi agama mayoritas Indonesia di masa lalu, namun pada masa kemerdekaan, Hindu tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan.” “Agama Islam sendiri sebagai agama mayoritas rakyat Indonesia setelah era Hindu juga tidak mengenal simbol “burung Garuda”. “Burung Garuda” juga tidak pernah benar-benar ada karena hanya sebuah mitos, berbeda dengan burung elang botak yang merupakan binatang asli Amerika. Karena bukan simbol asli bangsa Indonesia maka tidak ada lain simbol “burung Garuda” mengadopsi simbol-simbol kebudayaan asing yang memang memuja-muja simbol “burung mirip Garuda”, yaitu Yahudi yang gerakan Fremasonry-nya sangat berpengaruh sampai saat ini.”
Orang-orang yang merancang simbol “burung Garuda” sebagai simbol negara adalah Sultan Hamid II, Ki Hajar Dewantoro dan Muhammad Yamin. Ketiganya adalah pengikut gerakan Vrijmeselarij dan Theosofi. Sedangkan Presiden Soekarno yang menetapkan simbol “burung Garuda” sebagai lambang negara juga berada dalam pengaruh Fremasonry melalui ayahnya yang merupakan anggota Perhimpunan Theosofi Surabaya.
Untuk menguak korelasi simbologi antara Simbol-Simbol Negara RI dengan Yahudi dan Zionisme silakan banyak membaca buku-buku karangan Herry Nurdi (Jejak Freemason & Zionis Di Indonesia, Penerbit Cakrawala); Ridwan Saidi (Fakta dan Data Yahudi di Indonesia), dan Muh Thalib & Irfan S Awwas (Doktrin Zionisme dan Ideologi Pancasila, Penerbit Wihdah Press).
1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September 1965. Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Hari itu, enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun konon berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.
Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Jadi, penulis menyimpulkan bahwa kemunculan peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara Indonesia. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, atau justru Pancasila kemudian dibikin sakral dan dianggap sakti.
Pancasila secara de yure dan de facto memang merupakan dasar negara Republik Indonesia resmi. Beberapa dokumen penetapannya ialah :
• Rumusan Pertama : Piagam Jakarta - tanggal 22 Juni 1945
• Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
• Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
• Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
• Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
1. untuk menghindari pembunuhan (nilai kemanusiaan) guna mencapai samadi.
2. untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan (nilai keadilan) guna mencapai samadi.
3. untuk tidak melakukan perbuatan asusila (berzinah, menggauli suami/istri orang lain, nilai keluarga) guna mencapai samadi.
4. untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar / berbohong, berdusta, fitnah, omong-kosong (nilai kejujuran) guna mencapai samadi.
5. untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan (nilai pembebasan) guna mencapai samadi.
Lantas, kenapa Pancasila dianggap SAKTI? Apakah Pancasila merupakan sebuah benda atau wujud atau sesuatu yang dianggap sebagai objek selayaknya Keris yang dilabeli kata SAKTI menjadi KERIS SAKTI?. Dimanakah letak sebenarnya Kesaktian Pancasila itu sementara Pancasila sendiri setuju atau tidak setuju tidak lagi ditaati sebagai sebuah jiwa yang menyatu pada diri bangsa Indonesia. Dimanakah letak Kesaktia Pancasila itu sementara Pancasila sendiri memiliki arti dan makna yang berbeda di setiap rezim yang memimpin negara ini? Lantas, apakah ada perbedaan kesaktian antara Kesaktian Pancasila dengan istilah KERIS SAKTI, KERA SAKTI, PUSAKA SAKTI, BIMA SAKTI, atau SAKTI MANDRAGUNA misalnya? Sekedar info, ternyata terminology kata SAKTI Sakti (kekuatan, kekuasaan atau energi) adalah sebuah konsep ajaran agama Hindu atau perwujudan dari aspek kewanitaan Tuhan (Baca: Dewata).
Sementara itu, lambang burung Garuda yang sering menjadi satu kesatuan frase dengan kata Pancasila menjadi GARUDA PANCASILA ternyata memiliki dasar filosofis tersendiri yang oleh beberapa kalangan disebut berasal dari akar Yahudi.
“Simbol negara “burung Garuda” juga dapat ditelusuri asal-usulnya sebagai simbol Yahudi. Pemilihan simbol “burung Garuda” sendiri sebagai lambang negara adalah sebuah kontroversi karena hanya ditentukan oleh segelintir orang saja tanpa memperhatikan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia. “Burung Garuda” memang ada dalam mitologi Hindu yang pernah menjadi agama mayoritas Indonesia di masa lalu, namun pada masa kemerdekaan, Hindu tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan.” “Agama Islam sendiri sebagai agama mayoritas rakyat Indonesia setelah era Hindu juga tidak mengenal simbol “burung Garuda”. “Burung Garuda” juga tidak pernah benar-benar ada karena hanya sebuah mitos, berbeda dengan burung elang botak yang merupakan binatang asli Amerika. Karena bukan simbol asli bangsa Indonesia maka tidak ada lain simbol “burung Garuda” mengadopsi simbol-simbol kebudayaan asing yang memang memuja-muja simbol “burung mirip Garuda”, yaitu Yahudi yang gerakan Fremasonry-nya sangat berpengaruh sampai saat ini.”
Orang-orang yang merancang simbol “burung Garuda” sebagai simbol negara adalah Sultan Hamid II, Ki Hajar Dewantoro dan Muhammad Yamin. Ketiganya adalah pengikut gerakan Vrijmeselarij dan Theosofi. Sedangkan Presiden Soekarno yang menetapkan simbol “burung Garuda” sebagai lambang negara juga berada dalam pengaruh Fremasonry melalui ayahnya yang merupakan anggota Perhimpunan Theosofi Surabaya.
Untuk menguak korelasi simbologi antara Simbol-Simbol Negara RI dengan Yahudi dan Zionisme silakan banyak membaca buku-buku karangan Herry Nurdi (Jejak Freemason & Zionis Di Indonesia, Penerbit Cakrawala); Ridwan Saidi (Fakta dan Data Yahudi di Indonesia), dan Muh Thalib & Irfan S Awwas (Doktrin Zionisme dan Ideologi Pancasila, Penerbit Wihdah Press).
GARUDA SEBAGAI LAMBANG
NEGARA
Burung
garuda merupakan lambang dari negara kesatuan republik indonesia, lambang yang
merangkum lima sila (pancasila), dan juga di jadikan sebagai pandangan hidup
bagi negara republik indonesia, di rancang oleh Sultan Hamid II yang terlahir dengan nama Syarif
Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad
Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam
tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh
berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian
melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif Abdul
Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan
Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di
Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan
tentara Hindia Belanda.
Ketika
Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan
dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat
menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober
1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar
Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh
jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB)
berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan
Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid
II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin
der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan
Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam
kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi
Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di
Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena
tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri
Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa
kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan
anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang
menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II
tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri
Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan
Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.
Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu
penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai
Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid
II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan
berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda
Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan
rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana
menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam,
Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II
akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar
bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul”
seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang
diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa,
Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden
Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu
kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.
Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung
Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk
cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi
menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20
Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat
disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana,
Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan
Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat
ini.
Untuk
terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar
lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar
lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan
Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran
resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP
No 66 Tahun 1951.
Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar
lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950
masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada
30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan
Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**
Sultan Hamid
II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.
Pontianak:
Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal,
tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang
negara Indonesia, Burung Garuda.
Selain
pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan
Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat
tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.
Sultan Hamid
membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat
itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya
juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih
rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan
Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.
Salinan
sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini
menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah
berkali-kali.
Burung
garuda merupakan mitos dalam mitologi Hindu dan Budha. Garuda dalam mitos
digambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh
manusia (tangan dan kaki). Lambang garuda diambil dari penggambaran
kendaraan Batara Wisnu yakni garudeya. Garudeya itu sendiri dapat kita
temui pada salah satu pahatan di Candi Kidal yang terletak di Kabupaten
Malang tepatnya: Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang,
Jawa Timur.
Garuda
sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas
melambangkan kejayaan, karena peran garuda dalam cerita pewayangan Mahabharata
dan Ramayana. Posisi kepala garuda menengok lurus ke kanan.
Jumlah bulu
melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara
lain:
- Jumlah bulu pada masing-masing
sayap berjumlah 17
- Jumlah bulu pada ekor berjumlah
8
- Jumlah bulu di bawah
perisai/pangkal ekor berjumlah 19
- Jumlah bulu di leher berjumlah
45
http://id.wikipedia.org/wiki/pancasila
http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda-Pancasila
http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda
http://id.wikipedia.org/lambang Indonesia
http://ichsany.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda-Pancasila
http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda
http://id.wikipedia.org/lambang Indonesia
http://ichsany.wordpress.com
INOVASI
KOMUNIKASI
Reka baru (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan
sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan
teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang
dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang
berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial,
manusia tidak mungkin dapat berdiri sendiri tanpa ada manusia yang lainnya. Sosialisasi,
sosialisasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Sosialisasi juga berarti komunikasi. Tanpa adanya komunikasi proses sosialisasi
tidak akan bisa berjalan dengan baik. adanya komunikasi antar sesama manusia Manusia
memerlukan beragam informasi untuk dapat menjalani hidup lebih baik dari
sebelumnya, dan manusia juga perlu menjalin suatu hubungan dengan manusia lain
demi tercapainya kebahagiaan, kesejahteraan,dsb.
Dari apa yang kita
lakukan akan tersirat sebuah pesan untuk diri kita sendiri maupun orang lain.
oleh karena itu, komunikasi tidak akan pernah bisa terlepas dari kehidupan
seseorang.
Perkembangan
teknologi komunikasi tak akan pernah bisa berhenti. Perkembangan ini terjadi
sejak zaman dahulu hingga saat ini. ada empat era perkembangan teknologi
komunikasi, yaitu:
1. Era Komunikasi
Tulisan
2. Era Komunikasi
Cetak
3. Era Komunikasi
Telekomunikasi
4. Era Komunikasi
Interaktif
1. Komunikasi
Tulisan
Berawal dari orang-orang Sumerians yang menggunakan tanah
liat untuk menulis sebagai sarana komunikasi satu dengan yang lainnya.
Dilanjutkan dengan bangsa China yangmenemukan alat pencetak buku pada 1041 SM,
lalu pada 1241 korea menemukan alat pencetak huruf yang terbuat dari tanah liat kedalam sebuah logam.
Era komunikasi tulisan:
Tulisan ini memiliki namatulisan paku, karena bentuknya yang
menyerupai paku. Pada 4000 SM bangsa
Sumeria menulis dalam selembaran tanah liat
yang digoresi menggunakan batu maupun karang yang keras dan memiliki
ujung yang tajam.
Pada 868 M, di Cina sudah ditemukan sebuah buku cetakan.
Dipertengahan abad ke-11, Pi Sheng seorang yang
berkebangsaan Cina menemukan sejenis alat cetak buku yang sederhana, yang
terbuat dari tanah yang tidak bisa bertahan lama.
Pada awal abad ke-15, orang-orang Korea menggunakan huruf
cetak metal.
2. Komunikasi
Cetak
Setelah era komunikasi tulisan terus berkembang muncullah
era komunikasi cetak. Pada saat itu, Gunternberg menciptakan sebuah mesin
cetak. Menurut sejarah, pada zaman dahulu Gustenberg menciptakan mesin cetak
ini hanya untuk mencetak injil saja dengan ruanglinkup yang sempit. Mengapa?
Dikarenakan, pada saat itu belum begitu banyak orang yang bisa membaca.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu mesin cetak itu terus
digunakan. Berawal pada 1833, ketika Bunyamin Day meluncurkan sebuah surat
kabar New York Sun, yang digunakan secara masal, dan diteruskan pada 1839 oleh
Daguerre untuk melakukan praktek photografinya yang akan digunakan dalam koran.
Dahulu, sebelum mesin cetak hadir dan terus berkembang,
perkembangan informasi sangatlah lambat. Hal ini terjadi karena pada zaman
dahulu, teknologi untuk memperbanyak cetakan buku dilakukan secara manual,
hanya dilakukan dengan tangan manusia. Selain kemunculan mesin cetak di bumi
ini, perkembangan media cetak juga didukung oleh meningkatnya tingkat kemampuan
membaca seseorang serta memahami berbagai jenis informasi yang ada. Sebenarnya
perkembangan teknologi percetakan atau komunikasi cetak sangat menentukan arah
laju media cetak itu sendiri. Semakin maju perkembangannya, maka hasilnya pun
tentu akan semakin baik
3. Era
Telekomunikasi
Era komunikasi telekomunikasi ini diawali dengan
keberhasilan Samuel Morse dalam mengirimkan sebuah pesan melalui telegraf dari
Baltimore ke Washington D.C pada 1844. Menurut BNET Business Dictionary tahun
2008, media elektronika yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu dan
kelompok disebut dengan Teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi mempermudah manusia untuk berkomunikasi. Kini
setiap orang dapat berkomunikasi dengan menggunakan beragam media seperti
e-mail, pesan singkat,fax, radio, televise, dll.
4. Era Komunikasi
Interaktif
Pada era ini muncul sebuah teknologi komunikasi yang sering
kita sebut dengan komputer mainframe. Komputer mainframe ini diciptakan di
Universitas Pennylvania. Kemudian diteruskan dengan terciptanya sebuah
transistor tipe solid-stated oleh William Shockley dan John Bardeen,Walter
Brattain di Laboratorium Bell. Tidak hanya itu, sebuah satelit juga berperan
penting dalam pendaratan manusia di bulan.
Di zaman yang serba modern ini, istilah internet sudah tidak
asing lagi kita dengar. Dengan menggunakan internet manusia dapat mencari dan
menemukan segala informasi lewat media yang satu ini. Selain mencari informasi,
internet juga dapat kita gunakan untuk menjalin hubungan dengan orang lain,
lewat jejaring social yang saat ini sudah banyak kita gunakan.
Perkembangan teknologi komunikasi sangatlah pesat. Hal itu
disebabkan karena pemikiran kreatif dan kritis seseorang yang semakin pesat
pula. Dengan adanya perkembangan sumber daya manusia tersebut, mereka dapat
mengembangkan ilmu teknologi komunikasi lebih luas dan lebih kreatif lagI.
REF:
Rabu, 30 Januari 2013
RADIO DAN GELOMBANG
RADIO
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk
pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang
elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga
merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak
memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang
osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan
frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi
gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi
elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.Gelombang elektromagnetik lain yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Dari pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima (pesawat radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran dan informasi.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.
GELOMBANG FM DAN AM
Mengenai perbedaan antara gelombang AM dan FM, bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sinyal suara tidak dapat langsung dipancarkan karena sinyal suara bukan gelombang elektromagnetik. Jika sinyal suara tersebut diubah menjadi gelombang elektromagnetik sekalipun, berapa panjang antena yang dibutuhkan. Untuk dapat mengirimkan sinyal suara dengan lebih mudah, sinyal suara tersebut terlebih dahulu ditumpangkan pada sinyal radio dengan frekuensi yang lebih tinggi dari sinyal suara tersebut. Metode untuk menumpangkan sinyal suara pada sinyal radio disebut modulasi. Modulasi yang sering dipakai radio adalah modulasi amplitudo (AM – amplitude modulation) dan modulasi frekuensi (FM – frequency modulation)
Beda utama antara gelombang AM dengan FM adalah cara memodulasi suaranya. Gelombang FM mempunyai range tambahan sebesar plus 455 KHz. Jadi, jika ada frekuensi radio 88.00 FM, sebenarnya dia menggunakan frekuensi 88.00 MHz + 455 KHz. Mengapa ada tambahan 455 KHz? Nah, gelombang FM itu memodulasi suara secara digital. Jadi, gelombang suara audio itu dicacah secara digital sesuai frekuensi audio (batas ambang telinga antara 6 Hz - 20 KHz). Setelah dicacah secara digital (tambahan 455 KHz tadi, sebagai digital audio buffer), sinyal digital tsb. di-mix dengan gelombang radio (carrier) yang berfrekuensi 88.0 MHz tadi, kemudian dilempar ke udara terbuka. Bagian yang penting dari sistem pemancar FM adalah antena, saluran transmisi, dan pemancar itu sendiri.
http://markaspemancar.com/component/content/article/41-tv-fm-transmitter/87-perbedaan-pemancar-am-a-fm
Langganan:
Postingan (Atom)


