1.
STEROID
Inti
dari steroid terdiri dari dua puluh karbon atom terikat bersama-sama yang mengambil bentuk
dari empat cincin menyatu: tiga sikloheksana cincin (ditunjuk sebagai
cincin A, B, dan C pada gambar ke kanan) dan satu siklopentanacincin (cincin D) . Steroid
bervariasi oleh kelompok-kelompok fungsional yang melekat pada inti
empat-cincin dan olehoksidasi dari
cincin. Sterol adalah bentuk khusus dari steroid,
dengan hidroksil kelompok di posisi-3 dan
kerangka berasal dari kolestan . [ 1 ]
EFEK
Efek utama dari penyalahgunaan steroid dapat mencakup kerusakan
hati, penyakit kuning, retensi cairan, tekanan darah tinggi, peningkatan
kolesterol "buruk". Juga, laki-laki berisiko menyusut dari
testis, kebotakan, perkembangan payudara, dan infertilitas. Wanita resiko
pertumbuhan rambut wajah, perubahan menstruasi, laki-pola kebotakan, dan
memperdalam suara. Remaja risiko tinggi secara permanen terhambat,
perubahan pubertas dipercepat, dan jerawat parah. Semua pengguna, tetapi
terutama mereka yang menyuntikkan obat, risiko penyakit menular seperti HIV /
AIDS dan hepatitis.
2. PHENCYCLIDINE
Pertama kali disintesis pada
tahun 1926, [ 2 ] itu
akhirnya dipatenkan pada tahun 1952 oleh Parke-Davis perusahaan
farmasi dan dipasarkan dengan nama merek Sernyl . Dalam kimia struktur,
PCP adalah arylcyclohexylamine derivatif, dan,
dalam farmakologi , adalah anggota dari keluargaanestesi disosiatif . PCP bekerja
terutama sebagai antagonis reseptor NMDA , yang
menghambat aktivitas reseptor NMDA dan, seperti kebanyakan
antiglutamatergic halusinogen, secara signifikan lebih berbahaya daripada
kategori lain halusinogen. [ 3 ] [ 4 ] Lain
NMDA antagonis reseptor termasukketamin , tiletamine , dekstrometorfan dan nitrous
oksida . Meskipun efek psikoaktif utama PCP lalu selama beberapa
jam, total eliminasi tingkat dari tubuh biasanya meluas delapan hari atau
lebih.
Efek2 lain PCP selain dari anesthetic meliputi:
1. halusinasi dan dissociative (sukar membedakan mana yg nyata dan mana yg
tidak)
2. tenaga yg bertambah dan hilangnya rasa kantuk
3. rasa senang (euphoria) dan damai
4. amnesia
5. pikiran yg berpindah2 secara tidak beraturan dengan perasaan antara mimpi
dan sadar
6. perubahan persepsi tentang waktu
7. detak jantung dan nafas yg menjadi cepat serta temperatur tubuh yg naik
sehingga menjadi banyak berkeringat
Jika dipakai dalam dosis yg lebih tinggi menyebabkan:
1. delirium (sama sekali tidak bisa membedakan mana yg nyata dan mana yg tidak)
2. perubahan mental secara drastis seperti serangan panic dan paranoid
3. mengigau dengan kata2 yg tidak beraturan
4. kehilangan total kendali saraf motorik/seluruh gerakan otot tubuh
5. detak jantung dan nafas yg malah terbalik menjadi lambat
6. serangan epilepsi/ayan
7. koma bahkan kematian
Dalam jangka panjang PCP menyebabkan kerusakan pada jaringan otak (olney
lession) dan penyakit mental yg menyerupai schizophrenia.
3. NICOTINE
Dalam dosis rendah
(rata-rata rokok menghasilkan
sekitar 1 mg nikotin diserap), substansi bertindak sebagai stimulan pada mamalia ,
sedangkan jumlah yang tinggi (30-60 mg [ 6 ] )
dapat berakibat fatal. [ 7 ] Ini
efek stimulan adalah utama bertanggung jawab atas ketergantungan pembentuk
sifat faktor merokok tembakau . [ rujukan? ] Menurut American Heart Association ,
nikotin kecanduan secara historis menjadi
salah satu kecanduan yang paling sulit untuk istirahat, sedangkan karakteristik
farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan yang
menentukan kecanduan heroin dan kokain . Kandungan
nikotin dari populer Amerika-merek rokok telah meningkat perlahan-lahan selama
bertahun-tahun, dan satu studi menemukan bahwa terjadi peningkatan rata-rata
1,6% per tahun antara tahun 1998 dan 2005. Hal ini ditemukan untuk semua
kategori pasar utama dari rokok. [ 8 ]
Penghisapan rokok dalam kuantitas besar per harinya (>10 batang)
serta dalam jangka waktu panjang menyebabkan:
1. kanker paru2, payudara, mulut, dan rongga pernafasan
2. penyakit jantung koroner
3. darah tinggi dan stroke
4. bronchitis
5. hyperthyroid
6. kelainan janin pada kelahiran anak
7. katarak
8. impotence
Tumbuhan opium (papaver
somniferum) telah digunakan oleh masyarakat Sumerian di daerah Mesopotamia pada
masa sekitar 3400SM, mereka menyebut tanaman ini dengan nama Hul Gil yg
artinya Tumbuhan Senang. Mereka juga telah memanfaatkan getah dari
opium sebagai peredam rasa sakit pada saat dilakukan pembedahan yaitu dengan
cara diolesinya getah opium pada pisau yg akan membedah si pasien.
Di dalam kandungan getah opium terdapat berbagai senyawa opioid yaitu morphine
(senyawa yg paling aktif), codein, thebaine, serta dua senyawa lain yg berbeda
mekanisme kerjanya yaitu papaverin, dan noscapine.
Sebelum ditemukannya cara untuk pemisahan (isolasi) senyawa morphine dari getah
opium pada tahun 1804 di German, getah opium ini dikonsumsi oleh berbagai
kalangan di seluruh dunia untuk keperluan rekreasi dengan cara dicampur dengan
tembakau lalu dibakar dan dihisap asapnya. Campuran antara tembakau dan getah
opium ini disebut juga dengan kata Madat. Oleh karena harganya
yg mahal maka diperdagangkanlah madat di seluruh penjuru dunia oleh bangsa
barat. Sehingga pada masa itu dikenal banyak tempat2 yg disebut dengan sarang
madat (opium den) yg digunakan masyarakat untuk menghisap madat dan prostitusi.
Pada masa penjajahan Bangsa Belanda di Indonesia, mereka juga telah
memperdagangkan madat khususnya kepada masyarakat keturunan Tionghoa oleh
karena dahulu sebagian besar pedagang di Indonesia adalah masyarakat keturunan
Tionghoa ditambah pula masyarakat pribumi yg sebagian besar beragama Islam
secara jelas2 mengharamkan pemakaian madat, sehingga di kota Batavia (Jakarta)
sendiri pada masa itu telah menjamur sarang2 madat yg berlokasi di sekitar
daerah yg saat ini disebut Glodok dan Mangga Besar (dahulu bernama Madat
Besar).
Setelah berhasil dipisahkannya morphine dari getah opium serta ditemukannya
jarum suntik pada tahun 1853 barulah dikenal cara penyuntikan morphine oleh
para pemakainya. Kata morphine diambil dari kata Morpheus yaitu
nama salah satu dewa bangsa Yunani yg disebut sebagai dewa mimpi. Sebenarnya
molekul morphine sendiri merupakan salah satu senyawa alami yg diproduksi oleh
tubuh manusia dan hewan mamalia yg disebut dengan endorphine dan
berfungsi untuk membantu tubuh mengatasi rasa sakit secara alami (apakah Anda
mengetahui kenapa penari debus/kuda lumping bisa tidak
merasakan sakit pada saat mereka melakukan atraksinya?)
Pada saat itu barulah disadari oleh ilmuwan bahwa morphine jauh lebih kuat efek
kecanduannya dibanding madat dan alkohol. Apalagi ketika telah ditemukannya
heroin (diacetylmorphine) dari hasil sintesis morphine itu sendiri, yg memiliki
kekuatan bius sekitar 2x lebih kuat dari morphine dan lebih tinggi efek
"rush"-nya oleh karena molekul heroin lebih mudah menembus BBB (Blood
Brain Barrier) ke dalam jaringan otak ketimbang molekul morphine. Dari fakta ini
dimulailah lembaran hitam baru di planet bumi tempat kita tinggal.
Padahal biji dari tumbuhan opium ini adalah salah satu bahan makanan yg sangat
bergizi (mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6) yg banyak dipakai dalam
pembuatan roti dan kue di seluruh dunia sejak jaman purba. Biji opium yg
disebut denganpoppy seed ini tidak mengandung senyawa morphine
secara signifikan sehingga walaupun sudah dikonsumsi dalam jumlah besar
(seperti yg telah dilakukan oleh Adam Savage dan Jamie Hyneman dalam salah satu
serial MythBuster - Discovery Channel) bisa menyebabkan positif pada tes
morphine selama kurang lebih 18 jam, akan tetapi tidak mempengaruhi efek
psikologis dan kecanduan sama sekali.
5. METHAMPHETAMINE
Shabu merupakan senyawa sintetik
turunan dari amphetamine dan juga turunan dari ephedrine. Shabu menyebabkan
peningkatan secara drastis hormon dopamine, serotonin, dan noradrenaline dalam
otak dan saraf. Senyawa methamphetamine sendiri sebenarnya sudah lama digunakan
oleh para dokter untuk mengobati pasien berpenyakit narcolepsy/kelainan tidur
dan attention deficit hyperactive disorder.
Tetapi belakangan ini penyalahgunaan shabu telah meningkat secara drastis,
salah satu contohnya banyak pemakai cocaine yg beralih ke shabu oleh karena
harganya yg lebih murah (karena 100% sintetik dan bisa diproduksi oleh orang2
awam sekalipun di dalam perumahan), efek "on" yg jauh lebih lama
(sekitar 9-15 jam dibanding cocaine yg hanya sekitar 15-20 menit) dan jauh
lebih mudah didapatnya di pasar gelap ketimbang cocaine.
Shabu dipakai dengan cara dibakar diatas kertas timah lalu dihisap asapnya
menggunakan bong supaya asapnya disaring air terlebih dahulu, ditumbuk lalu
disedot langsung menggunakan hidung, dimakan langsung, atau dilarutkan ke dalam
air lalu disuntik.
Efek dari shabu antara lain :
1. hilangnya rasa sakit penyakit dan keinginan untuk tidur
2. energi yg meningkat secara drastis
3. meningkatnya rasa percaya diri serta konsentrasi
4. euphoria/senang
5. hilangnya rasa lapar (walaupun tidak semua orang merasakan demikian)
6. menjadi lebih sensitif terhadap suara, cahaya, dan sentuhan.
7. lebih aktif untuk berkomunikasi
8. perasaan bulu kuduk/belakang leher yg merinding
9. paranoid dan serangan panik
Shabu menyebabkan kecanduan baik secara fisik maupun secara psikologis. Ciri2
kecanduan shabu setelah efek dari shabu tersebut drop antara lain :
1. rasa menagih yg dalam untuk memakainya kembali
2. depresi berat dan hilangnya rasa percara diri
3. perasaan khawatir yg sering datang tiba2
4. sering mengalami mimpi2 buruk bahkan insomnia walaupun sangat mengantuk
5. gigi yg selalu gemetaran dan bergesekan terus menerus
6. badan yg rasanya sakit-sakitan (sebenarnya ini diakibatkan oleh faktor
kekurangan tidur atau peradangan tenggorokan atau hidung jika digunakan dengan
cara dihisap asapnya atau disedot langsung menggunakan hidung).
6.
MARIJUANA
Ganja adalah tanaman sejenis cannabis sativa yg mengandung senyawa
tetrahydrocannabinol terutama pada trikoma, bunga, pucuk muda, dan daun2nya.
Pemakaian ganja sebagian besar dengan cara dibakar lalu dihisap asapnya atau
dengan cara dicampur dengan rokok, walaupun ada juga yg diseduh seperti teh dan
diminum. Masyarakat Aceh, Medan, dan Padang terkenal menggunakan sedikit ganja
untuk bumbu tambahan pada masakan khas mereka.
Walaupun penyalahgunaan ganja tidak menyebabkan ketagihan secara signifikan
akan tetapi ganja merupakan pintu gerbang menuju pemakaian narkoba lain yg jauh
lebih berbahaya.
Efek2 yg ditimbulkan dari ganja antara lain:
1. pikiran yg menjadi lamban
2. mudah untuk tertawa terbahak2
3. penglihatan yg fokus dan pendengaran yg terngiang2
4. susah untuk konsentrasi
5. mata yg berwarna merah
6. nafsu makan yg berlebihan
Efek pemakaian jangka panjang dari ganja menyebabkan banyak kehilangannya
memori jangka panjang atau kerusakan pada otak di bagian hippocampus dan juga
melemahnya daya tangkap otak untuk belajar.
7.
FENTANYL
Orang Indonesia banyak menyangka
bahwa putaw sama dengan heroin kelas bawah, padahal heroin merupakan narkotik
jenis opioid yg diproses dari getah opium yg terlebih dahulu dijadikan
morphine, sedangkan putaw adalah 100% narkotik opioid sintetik alias designer
drug.
Oleh karena dihasilkan melalui proses sintetik maka harga putaw-pun lebih murah
ketimbang heroin dan morphine sehingga harganya terjangkau bagi kalangan
menengah orang Indonesia yg memiliki tingkat pendapatan rendah.
Walaupun dengan harga yg lebih murah akan tetapi kekuatan bius dari putaw jauh
melebihi morphine, yaitu kurang lebih 100x lipat lebih kuat walaupun efek
euphorianya kalah kuat ketimbang morphine dan heroin.
Salah satu ciri khas yg membedakan antara pemakai putaw dan heroin/morphine
adalah pada putaw si pemakai akan merasakan gatal-gatal terutama pada kulit
bagian muka dan hidung sedangkan pada heroin/morphine tidak.
Cara pemakaian putaw antara lain dimakan, dihisap melalui hidung, dibakar
diatas kertas aluminium lalu dihisap asapnya, dicampur dalam rokok, dan
disuntik langsung ke pembuluh vena. Umumnya semakin seseorang pemakai putaw
kecanduan, ia akan segera beralih ke cara penyuntikan sehingga dengan pemakaian
jarum suntik secara bergantian mereka akan sangat rentan tertular HIV dan
Hepatitis B/C.
Penyuntikan putaw sangat rentan mengakibatkan overdosis karena putaw yg beredar
di pasar gelap tidak bisa dipastikan kadar kemurniannya. Overdosis putaw sering
berakibat pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat oleh karena si
pemakainya menjadi tidak bisa bernafas.
Putaw tergolong jenis narkotik yg paling cepat menimbulkan efek kecanduan
(bahkan lebih cepat dari heroin) baik kecanduan secara fisik (sakaw) maupun
secara psikologis (sugesti untuk memakainya lagi). Kecanduan fisik yg
ditimbulkan dari putaw juga sangat menderita dan berbahaya (bisa menyebabkan
komplikasi dan kematian), sedangkan kecanduan psikologisnya juga sangat kuat
dan tahan lama meskipun seseorang telah berhenti memakainya selama puluhan
tahun.
Ciri2 dari sakaw antara lain:
1. tulang2 dan sendi2 terasa sangat ngilu dan meriang
2. sakit kepala, demam, dan kadang diare/muntah2
3. mata dan hidung terus berair
4. mudah kedinginan (menggigil) dan banyak berkeringat dingin
5. depresi dan sangat mudah marah
6. Insomnia
Oleh karena efek sakaw yg begitu menderita maka seseorang pencandu yg
sedang sakaw besar kemungkinan akan berbuat kriminal (salah satu contoh :
mencuri) untuk memenuhi kebutuhan putaw-nya.
Pemakaian jangka panjang akan menyebabkan penyumbatan oleh
*kristal-kristal berwarna biru di dalam pembuluh darah di sekitar tangan, kaki,
leher, dan kepala sehingga menjadi benjolan keras seperti bisul di dalam tubuh,
jika penyumbatan ini munculnya di daerah otak maka besar kemungkinan ia akan
mati. Selain itu pemakaian jangka panjang dari putaw juga akan mengakibatkan
kebutaan, kerusakan pada organ2 tubuh seperti liver, ginjal, organ2 pencernaan, dan paru2.
Inex adalah sebutan umum dari pil ecstasy. Pil ini mulai menjadi trend
dikonsumsi di discotik2 di Indonesia sejak tahun 1990-an. Pada mulanya pil ini
hanya diimport dari negara Belanda saja dan kandungan senyawanya pun masih asli
yaitu MDMA (MethyleneDioxyMethAmphetamine), sekarang pil2 inex ini sudah banyak
yg diproduksi secara ilegal di dalam negeri.
Senyawa MDMA ini mengakibatkan efek2 psikologis sebagai berikut:
1. perasaan senang yg luar biasa
2. hilangnya permusuhan dan rasa ketidak amanan
3. rasa intimasi antara satu sama lainnya sehingga disebut juga love drug
4. rasa empati dan simpati antara satu dengan yg lainnya
5. rasa damai dalam hati dan dihargai oleh orang lain serta meningkatkan
percaya diri
6. sensitif terhadap nada, suara, berbagai macam bunyi2an sehingga dapat
menikmati musik
7. sensitif dan menikmati sentuhan satu sama lainnya
8. distorsi pandangan
9. energetik yg luar biasa
10. kebiasaan untuk menggeleng2kan kepala dengan kencang (godek) supaya
menghasilkan rasa "on" yg lebih tinggi
Sedangkan efek2 fisiknya:
1. dehidrasi serta berkurangnya proses urinasi
2. meningkatnya suhu tubuh dan banyak berkeringat
3. meningkatnya detak jantung dan tekanan darah
4. gerakan pupil dan iris yg tidak terkendali (tertarik ke atas mata)
5. gerakan rahang yg selalu mengigit dan bergesekan
6. sensitif terhadap temperatur sekelilingnya
7. berkurangnya nafsu makan (tidak semua pemakai merasakan ini)
MDMA menyebabkan kecanduan secara psikologis pada sebagian besar
pemakainya dan tidak pada segelintir orang yg lainnya, kemungkinan hal ini
disebabkan oleh efek "bad trip" yg mungkin terjadi pada orang2
tertentu sehingga membuat mereka jera untuk mengkonsumsinya kembali di lain
waktu. Akan tetapi jika seseorang sudah merasakan "high" maka pada
saat efek dari MDMA ini mulai drop ia akan merasakan "emosi yg remuk"
dan mulai memikirkannya untuk mengkonsumsinya kembali segera atau dalam jangka
waktu tertentu (misalnya week-end berikutnya).
Pengkonsumsian MDMA secara rutin dapat dipastikan akan terus meningkatkan
toleransinya terhadap dosis yg harus dipakai bahkan pada suatu saat ia akan
mulai merasakan efek "magic" dari pil ini yg mulai menghilangkan
seberapapun banyaknya dosis MDMA yg telah dikonsumsinya.
Efek drop dari MDMA dalam jangka pendek mengakibatkan depresi/emosi yg remuk
dimulai dari 1-2 hari setelah pemakaian dan bisa mencapai hingga 4-7 hari
sesudahnya, menjadi sering kaget ketika tertidur, terganggunya ingatan jangka
pendek (short-term memory), sulit berkonsentrasi, penglihatan yg berbayang, dan
jaw clenching (gigi yg rasanya selalu terikat dan ingin bergesekan terus
menerus).
Sedangkan efek pemakaian jangka panjang mengakibatkan terganggunya
fungsi hormon serotonin dan dopamine di dalam otak, terganggunya pula fungsi
keseimbangan temperatur tubuh, menjadi sangat pelupa, tidak mampu belajar dan
konsentrasi, sulit untuk mengambil keputusan, emosi menjadi labil (mudah
panik), paranoia, dan insomnia.
Setelah tahun 1995 dimulailah beredar pil2 inex di pasaran yg kandungannya
sudah bukan lagi MDMA murni atau bahkan sama sekali tidak mengandung MDMA
melainkan senyawa lain yaitu MDEA (eve 3,4-methylenedioxy-N-ethylamphetamine),
MDA (adam 3,4-methylenedioxyamphetamine), DXM (dextromethorphan/bahan obat
batuk), ketamine, PCP (Phencyclidine), GHB (gamma-hydroxy butyric acid), LSD,
methamphetamine (shabu), ephedrine (bahan obat batuk), caffein,
methylsalicylate (bahan pengharum ruangan yg sifatnya toxic), paracetamol, aspirin,
cocaine, bahkan bahan yg sangat berbahaya yaitu PMA (paramethoxyamphetamine).
Berbeda dari MDMA, MDEA dan MDA bisa menghasilkan efek halusinasi dan tidak
mencapai tingkatan euphoria seperti yg dihasilkan MDMA. Sedangkan DXM,
ketamine, dan PCP merupakan zat2 yg bersifat halusinasi dissociative dan
mengakibatkan si pemakai tidak bisa mengendalikan dirinya ketika ia mengalami
halusinasi karena terputusnya fungsi kesadaran otak dengan fungsi otak bagian
lainnya sehingga ia susah untuk membedakan mana yg nyata dan mana yg tidak
nyata.
PMA merupakan bahan pencampur/pengganti yg sangat berakibat fatal dan cenderung
membuat si pemakai overdosis karena efek "on" yg dihasilkannya
terlambat ketimbang MDMA sehingga membuatnya akan mengkonsumsinya lagi atau
menambah pil lain yg mengandung MDMA. Overdosis PMA yg dikonsumsi bersamaan
dengan MDMA mengakibatkan meningkatnya suhu tubuh secara drastis sehingga
sering menyebabkan kematian yg dihasilkan dari hyperthermia (temperatur tubuh
yg terlalu panas).
Akan tetapi bagi para pencandu berat inex yg sudah tidak bisa lagi merasakan
efek "magic" dari MDMA murni akan mulai dengan sengaja mencampur
pengkonsumsiannya antara pil2 yg mengandung MDMA murni dengan pil2 lain yg
sudah diketahui mengandung Ketamine / DXM / PCP / LSD, oleh karena bahan2
pemalsu ini yg mampu mengangkat efek "on" dari MDMA murni menjadi
lebih tinggi dari normal.
Ciri2 "on" dari inex campuran ini antara lain:
1. sudah tidak lagi bisa berhura2 dan berjoget2 riang akan tetapi tetap duduk
di bangku
2. sudah tidak lagi menggeleng2kan kepalanya dengan kencang melainkan hanya
dengan pelan atau termangut2 saja
3. terkadang hanya terdiam kaku di bangku seperti terbengong2 oleh karena
halusinasi yg sangat nyata
4. jauh lebih cepat mengalami overdosis dibanding para pemakai MDMA murni
9. DXM (Dextromethorphan)
/ robo-trip
DXM adalah senyawa sintetik yg terkandung di dalam berbagai jenis obat
batuk yg bersifat antitussive yaitu jika dikonsumsi dalam dosis yg tepat maka
zat ini mampu meredam batuk. Akan tetapi penggunaannya banyak disalahgunakan
dengan cara mengkonsumsi lebih dari dosis yg dianjurkan.
Serupa dengan senyawa PCP dan Ketamine, jika DXM dikonsumsi melebihi dosis yg
dianjurkan senyawa ini juga bersifat halusinogen dissociative, yaitu dibloknya
fungsi kesadaran di dalam otak dan saraf sehingga akan membuat si pemakainya
berhalusinasi dan merasakan seperti berada di dalam dunia mimpi dan sukar
membedakan antara nyata atau tidaknya halusinasi tersebut. Berbeda dengan
halusinasi yg diakibatkan oleh LSD (lysergic acid diethylamide) si pemakainya
masih mampu mengontrol tingkat kesadarannya, seperti halnya dia masih bisa
mengingat akan siapa dirinya bahkan siapa namanya, sedangkan pada DXM, PCP, dan
Ketamine tidak.
Efek2 yg disebabkan oleh DXM jika dipakai melebihi dosis yg dianjurkan
meliputi:
1. halusinasi dissociative
2. gembira (excited) atau kebalikannya
3. berkeringat banyak
4. nafas jadi pendek
5. berada dalam kondisi antara tidur dan sadar
6. mual dan muntah2
7. pendengaran yg menjadi seperti berombak2
8. tekanan darah yg menjadi tinggi
9. jantung yg berdebar2
10. amnesia
11. tidak bisa mengenal kata2 dan objek yg terlihat
12. paranoid dan merasakan seperti akan mati
13. koma bahkan kematian
DXM (juga PCP dan Ketamine) merupakan jenis bahan pengganti/pemalsu/pencampur
yg sering ditambahkan ke dalam pil ecstasy yg beredar di pasaran karena bahan
ini jauh lebih mudah didapat dan harganya yg lebih murah ketimbang bahan asli
dari ecstasy yaitu MDMA (MethyleneDioxyMethAmphetamine).
Pada kenyataannya tahap overdosis yg dihasilkan dari pemakaian DXM jauh lebih
cepat dibanding MDMA sendiri. Overdosis DXM dapat mengakibatkan kematian oleh
karena terhentinya otak mengirim sinyal ke paru2 agar tetap bernafas.
DXM juga menyebabkan ketagihan secara psikologi dan toleransi terhadap dosis
pemakaian dari waktu ke waktu.
Cocaine adalah salah satu senyawa yang terdapat dalam daun tumbuhan
coca yg tumbuh di dataran benua Amerika. Proses pemurnian senyawa tersebut
menghasilkan bubuk cocaine hydrochloride murni yg mudah larut ke dalam air.
Pemakaian cocaine hydrochloride menyebabkan terhalangnya penyerapan kembali
hormon dopamine, serotonin, dan noradrenaline yg sudah dilepaskan di dalam otak
oleh sel2 sinapsis sehingga kadar dari hormon2 tersebut di dalam otak akan
meningkat secara drastis. Peningkatan dari hormon2 tersebut menyebabkan
perasaan "high", hilangnya rasa sakit, lapar, dan letih/ngantuk,
menambah konsentrasi, rasa percaya diri, dan perasaan euphoria/senang.
Oleh karena bubuk cocaine hydrochloride mudah larut ke dalam air maka pemakaian
dari bubuk cocaine pada umumnya meliputi:
1. disedot menggunakan hidung
2. dimakan
3. digosokan di sekitar gusi mulut
4. disuntik
Pemakaian cocaine dapat dipastikan mengakibatkan toleransi dan kecanduan,
karena pada saat efek dari cocaine itu "drop" si pemakaian akan
merasakan tidak nyaman dan depresi sehingga memaksa ia berusaha untuk
memakainya kembali.
Pemakaian jangka panjang dapat mengakibatkan:
1. tidak menentunya denyut jantung
2. halusinasi
3. paranoid
4. tekanan darah tinggi
Kombinasi antara cocaine, rokok dan alkohol akan menambah rasa euphoria pada si
pecandu, tidak heran mereka akan terus menerus menghisap rokok dan minum
minuman beralkohol tinggi pada saat mereka menggunakan cocaine sehingga dengan
demikian para pecandu cocaine akan sangat beresiko terkena serangan jantung,
stroke, gagal ginjal, bahkan kematian.
Sedangkan crack adalah cocaine hydrochloride yg telah diproses menggunakan
baking soda sehingga menghasilkan freebase amine/bentuk dasar amina cocaine yg
tidak dapat larut dalam air sehingga pemakaiannya hanya cocok dengan cara
dihisap seperti rokok.
Efek psikologis dari crack jauh lebih kuat ketimbang cocaine hydrochloride akan
tetapi sering membuat jiwa si pemakai merasakan ganjil & aneh sehingga
sering membuatnya berubah menjadi brutal. Tingkat kecanduan dari crack jauh
melebihi cocaine hydrochloride bahkan crack merupakan salah satu dari jenis
narkoba yg paling membuat kecanduan dan toleransi pada pemakainya. Mereka yg
memakainya akan selalu berusaha untuk mencapai "high" & euphoria
seperti sebelumnya sehingga akan terus menambah dosisnya dari hari ke hari
sampai pada akhirnya mengakibatkan kematian yg disebabkan oleh overdosis.
Walaupun demikian sebenarnya kadar senyawa cocaine dari daun tumbuhan coca itu
sendiri sangat kecil persentasenya (sekitar 0.2%) sehingga untuk menghasilkan
1gram bubuk cocaine hydrochloride murni dibutuhkan 500gram daun coca.
Daun coca sendiri sudah lama dimanfaatkan oleh suku Indian Andes sebagai
tanaman obat yg dapat menyembuhkan penyakit kekurangan oksigen yg diakibatkan
oleh tipisnya oksigen di dataran tinggi dan menyembuhkan penyakit pada
pencernaan dengan cara diseduh lalu diminum seperti teh atau dikunyah. Mereka
juga mengunyah daun coca sebagai obat alami anesthesia (peredam rasa sakit)
ketika mereka terluka oleh panah pada saat berperang.
Pemakaian daun coca dengan cara diseduh maupun dikunyah tidak dapat menimbulkan
perasaan "high" pada si pemakai dan juga tidak pernah terbukti
mengakibatkan kecanduan. Bahkan pada tahun 1980 telah ditemukan oleh ilmuwan bahwa
daun coca bisa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan kecanduan dari para
pecandu crack dan cocain.
Caffeine adalah senyawa yg terkandung di dalam biji kopi, biji
guarana, dan daun teh (theine). Zat ini merupakan tipe zat stimulant serta
berpengaruh menambah sedikit produksi urine pada ginjal.
Efek dari mengkonsumsi caffeine adalah menyingkirkan sementara rasa kantuk dan
letih serta meningkatkan konsentrasi.
Pemakaian caffein dalam quantitas atau qualitas besar dapat mengakibatkan
kecanduan dan toleransi. Ciri2 dari kecanduan caffeine adalah perasaan mudah
tersinggung, sukar untuk konsentrasi, dan munculnya rasa sakit di bagian
belakang kepala bahkan terkadang bisa mengakibatkan muntah2. Gejala2 ini akan
muncul setelah kurang lebih 1 hari tidak mengkonsumsi caffeine sama sekali.
Efek kecanduan ini akan berlangsung antara 5 hari sampai dengan 1 minggu dengan
masa puncaknya 2-3 hari setelah berhenti mengkonsumsi caffeine sama sekali.
Pengkonsumsian caffeine secara berlebih juga merupakan salah satu faktor
penyebab osteoporosis pada tulang dan kerusakan pada gigi.
Amphetamine merupakan salah satu jenis dari senyawa phenethylamine dan
adalah satu jenis obat sintetik terlarang yg dapat mengakibatkan meningkatnya
kadar hormon norepinephrine/noradrenaline, serotonin, dan dopamine di dalam
otak seseorang. Amphetamine sangat memiliki relasi yg erat dengan ephedrine
yaitu senyawa yg terdapat pada tumbuhan Ephedra sinica (Ma huang)
Efek yang ditimbulkan oleh amphetamine adalah meningkatnya konsentrasi pikiran
& semangat untuk bekerja, hilangnya rasa kantuk, cenderung banyak
berbicara, meningkatnya rasa percaya diri, mulut menjadi kering, meningkatnya
keringat, detak jantung yang cepat, sukar berbicara dengan jelas, dan
berkurangnya nafsu makan.
Amphetamine dapat mengakibatkan ketagihan pada seseorang yang mengkonsumsi
secara berturut-turut atau menyalahgunakan pemakaiannya. Bahkan dapat
menyebabkan meningkatnya toleransi sehingga dosis yg dibutuhkan akan selalu
meningkat untuk mencapai efek yg sama dari sebelumnya.
Ciri-ciri dari ketagihan atas obat ini adalah:
1. stress berlebihan
2. depresi
3. badan menjadi sangat letih
4. tidur yang berlebihan
5. gemetaran pada otot
6. meningkatnya nafsu makan
7. keinginan untuk bunuh diri
Penyalahgunaan dari obat ini memperbesar resiko serangan jantung pada anak muda
maupun orang dewasa. Pemakaian jangka panjang dari obat ini merusak fungsi
otak, yaitu menurunnya fungsi pemancaran (transmitter) hormon dopamine dan
serotonin pada otak sehingga fungsi dari keseimbangan kimia tubuh akan menjadi
kacau.
Alkohol adalah sebutan umum dari senyawa kimia ethanol. Alkohol
dihasilkan melalui proses fermentasi unaerobik dari zat gula atau zat tepung
oleh ragi (yeast). Proses ini sudah terjadi dengan sendirinya di dalam alam
oleh karena itu alkohol sudah diproduksi dan dikonsumsi oleh manusia sejak
jaman purba.
Dalam jumlah yg sedang, sekitar segelas anggur merah yang diminum setiap malam
hari oleh seseorang yg memiliki tubuh yang tidak bermasalah, alkohol merupakan
zat yg sangat baik untuk kesehatan tubuh yaitu bisa meningkatkan mutu tidur,
mencegah munculnya batu empedu dan ginjal, mencegah diabetes, bahkan bisa
mencegah penyakit jantung koroner serta darah tinggi.
Akan tetapi jika digunakan secara berlebihan sebaliknya alkohol akan
mengakibatkan kerusakan pada jantung, pancreas, dan liver yaitu lever yg
mengeras, terlebih bagi mereka yg telah mengindap penyakit Hepatitis C, B,
bahkan bagi mereka yg hanya pernah menderita Hepatitis A sekalipun.
Pemakaian alkohol sesuai BAC (Blood Alcohol Content) atau batas kadar alkohol
dalam darah melebihi 0.05% dapat mengakibatkan berkurangnya depresi &
konsentrasi, pikiran menjadi lebih relax, menambah sedikit rasa percaya diri,
menjadi banyak berbicara/mudah untuk berterus terang, kurang berhati-hati dalam
mengambil keputusan (!), berkurangnya fungsi keseimbangan tubuh.
Sedangkan pemakaian dalam batas kadar darah melebihin 0.1% akan mengakibatkan
terganggunya fungsi motorik, hilangnya keseimbangan, emosi yg bergejolak (mudah
menjadi sedih atau marah), tindakan brutal, susah untuk berkata-kata, hilangnya
daya tangkap otak, muntah-muntah, bahkan bisa menjadi tidak sadar diri. Jika
kadarnya melebihi 0.3% bisa mengakibatkan kematian.
Pemakaian alkohol pada saat mengendarai kendaraan atau mesin yg berbahaya
sering mengakibatkan kecelakaan yang fatal maupun kematian karena susahnya
untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan dengan cepat.
(!)Oleh karena efek2 yg ditimbulkan tersebut, alkohol banyak dipakai oleh para
lelaki sebagai minuman untuk memaksakan hubungan intim dengan kekasih maupun
teman kencannya sehingga si korban secara tidak sadar akan menyetujuinya.
Alkohol juga dapat mengakibatkan toleransi dan ketergantungan jika dikonsumsi
secara berlebihan dan rutin karena akan mengakibatkan terganggunya fungsi
GABAergic dalam otak.
Kecanduan alkohol sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan segera oleh
ahlinya, bahkan lebih berisiko menyebabkan kematian dibanding narkotika seperti
heroin, putaw, atau cocaine. Resiko yg disebabkan oleh kecanduan alkohol adalah
serangan ayan yg mematikan dan gagal jantung.
Biasanya seorang remaja sebelum dia sampai ke jenjang pemakaian narkoba akan
dimulai terlebih dahulu dari rokok dan alkohol. Walaupun hukum di Indonesia
dengan jelas melarang seseorang yg belum berusia 18 tahun untuk membeli rokok
dan alkohol akan tetapi dalam penerapannya tidaklah demikian.
http://en.wikipedia.org/wiki/Steroid